Cari Blog Ini

Sabtu, 25 April 2026

PKTD

 “Dalam rangka memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai dengan rencana serta ketentuan yang berlaku, telah dilaksanakan kegiatan monitoring pekerjaan fisik di Desa Roi bersama Sekretaris Camat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan dan pembinaan guna menjamin bahwa setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan secara tepat, baik dari segi kualitas, kuantitas, maupun waktu pelaksanaan.

Monitoring dilakukan melalui peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan dengan melibatkan perangkat desa, pelaksana kegiatan, serta pihak terkait lainnya. Bersama Sekretaris Camat, dilakukan pemeriksaan terhadap progres fisik pekerjaan, kesesuaian antara perencanaan dan realisasi di lapangan, serta evaluasi terhadap mutu hasil pekerjaan agar tetap mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana koordinasi dan komunikasi antara pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dalam mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi selama pelaksanaan pekerjaan, baik yang bersifat teknis maupun administratif. Beberapa masukan dan arahan juga disampaikan guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan serta meminimalisir potensi permasalahan di kemudian hari.

Berdasarkan hasil monitoring, secara umum pelaksanaan pekerjaan fisik di Desa Roi berjalan dengan baik, namun masih terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dan perbaikan agar hasil yang dicapai lebih optimal. Oleh karena itu, diharapkan kepada seluruh pihak yang terlibat untuk terus menjaga kualitas pekerjaan, memperhatikan ketepatan waktu, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.

Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan pembangunan fisik di Desa Roi dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, meningkatkan kualitas infrastruktur desa, serta mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.”

Dalam monitoring pekerjaan fisik (misalnya proyek konstruksi atau pembangunan), unsur-unsurnya lebih spesifik karena fokus pada progres nyata di lapangan. Berikut elemen pentingnya:(tppkecamatanpalibelo.blogspot.com)

1. Rencana Kerja (Baseline)

Dokumen acuan seperti gambar kerja, spesifikasi teknis, dan jadwal (time schedule). Ini jadi pembanding antara rencana dan realisasi.

2. Volume Pekerjaan

Jumlah pekerjaan yang sudah diselesaikan di lapangan (misalnya panjang jalan, luas bangunan, atau jumlah unit).

3. Kualitas Pekerjaan

Kesesuaian hasil pekerjaan dengan standar teknis dan spesifikasi (mutu material, ketepatan ukuran, finishing, dll).

4. Waktu Pelaksanaan

Perbandingan antara progres aktual dengan jadwal rencana (apakah tepat waktu, terlambat, atau lebih cepat).

5. Biaya (Cost)

Pengeluaran yang sudah digunakan dibandingkan dengan anggaran yang direncanakan.

6. Tenaga Kerja

Jumlah, keterampilan, dan produktivitas tenaga kerja di lapangan.

7. Material

Ketersediaan, kualitas, dan penggunaan bahan/material yang dipakai dalam pekerjaan.

8. Peralatan

Kondisi, jumlah, dan efektivitas alat yang digunakan (alat berat, mesin, dll).

9. Metode Pelaksanaan

Cara atau teknik yang digunakan dalam pengerjaan—apakah sesuai dengan metode yang direncanakan.

10. Dokumentasi Lapangan

Bukti fisik seperti foto progres, laporan harian, dan catatan inspeksi.

11. Permasalahan dan Risiko

Hambatan yang muncul di lapangan (cuaca, keterlambatan material, dll) serta potensi risiko yang bisa mempengaruhi pekerjaan.

12. Tindak Lanjut / Rekomendasi

Langkah perbaikan atau penyesuaian berdasarkan hasil monitoring.



Minggu, 19 April 2026

Pendampingan Audit

 Masyarakat Desa Nata, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, mengawal ketat proses audit dugaan penyimpangan Dana Desa Tahun Anggaran 2024–2025 yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Bima. Audit tersebut mulai dilaksanakan pada Senin (2/2).


Pengawalan dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, terlebih di tengah mencuatnya desakan pemecatan bendahara Desa Nata yang dinilai bermasalah. 

Budiman, yang akrab disapa Dhae Mhan, perwakilan masyarakat sekaligus pelapor dugaan penyimpangan Dana Desa, menegaskan bahwa audit ini menjadi momentum penting untuk mengungkap fakta sebenarnya. Ia berharap Inspektorat bekerja profesional, objektif, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.

“Audit ini sangat kami harapkan berjalan jujur dan terbuka. Jangan sampai ada praktik bermain mata, keberpihakan, maupun kerja yang tidak profesional, karena itu akan merusak kepercayaan masyarakat,” ujar Budiman di lokasi pemeriksaan. Senada, Adnan, salah satu pemuda Desa Nata, menilai peran Inspektorat sangat krusial dalam mengungkap dugaan penyimpangan dan potensi kerugian keuangan negara. Menurutnya, masyarakat tidak menginginkan audit sekadar menjadi formalitas tanpa kejelasan hasil.

“Inspektorat adalah harapan terakhir masyarakat untuk membongkar dugaan penyimpangan. Kalau tidak bekerja maksimal dan transparan, kepercayaan publik terhadap pemerintah akan semakin menurun,” tegas Adnan.

Masyarakat Desa Nata juga menaruh harapan besar agar pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh tanpa menutup-nutupi kesalahan pihak tertentu. Mereka meminta hasil audit diumumkan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi.

Selain itu, warga mendesak seluruh pihak terkait mengedepankan integritas, kejujuran, serta penegakan hukum demi terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan berkeadilan.

“Kami akan terus mengawal proses ini sampai tuntas. Dana desa adalah hak masyarakat dan harus dikelola secara benar,” ujar salah satu warga yang turut hadir mengawasi jalannya audit.(tppkecamatanpalibelo.blogspot.com)

PKTD

 “Dalam rangka memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai dengan rencana serta ketentuan yang berlaku, telah dilaksanakan kegiatan m...